Kamis, 18 April 2013

Sejarah Afrika



Sejarah Afrika
Kedudukan bupati di tanah gubernemen
                Pada awal abad XIX dalam sistem kolonial yang menpertahankan struktur feodal masyarakat Indonesia , kedudukan para bupati sangat strategis. Dalam pemerintahan tidak langsung justru bupati memegang peranan rangkap. Mereka tetap memegang kedudukan sebagai pengusaha teratas di daerahnya, disamping itu mereka berperan sebagai perantara antara penguasa kolonial dengan rakyat, suatu kedudukan yang menambah kekuasaan politik.
                Suatu kecendrungan yang timbul pada saat itu adalah bupati menjalankan  knevelarijen ,suatu pemerasan terhadap rakyat. Pungutan berupa hasil bumi dan diensten (pelayanan) semakin besar. Untuk menambah kewibawaan, para bupati memakai gaya hidup yang menunjukkan kebesarannya, antara lain pengikut banyak, konsumsi berlimpah, rumah tangga besar dan sebagainya.
                Jumlah abdi terganti pangkat dari bupati, maka ketetapan di buat oleh Deandels .Pengurangan dari pengikut bupati merupakan suatu langkah dari tindakan pemerintah kolonial yang sejak penyerahan kekuasaan dari VOC berusaha mengadakan perubahan dari konsekuensi perubahan politik kolonial yang di tempuh sejak 1800.
                Penyewaan Desa
                Sejak zaman kompeni banyak desa-desa disewakan kepada pihak swasta, para penyewa berkedudukan seperti bupati yang bisa memungut hasil bumi dari rakyat desa tersebut. Hak-hak feodal dipindahkan kepada penyewa desa tersebut, dan para penyewa tentu mempunyai hasrat yang besar untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari desa yang mereka sewa, yang mengakibatkan beban rakyat semakin berat .
Banyak tanah di sekitar daerah Batavia yang disewakan oleh kompeni kepada pihak Swata sebagai tanah partikelir. Berdasarkan kekuasaan yang ada yang ada pada mereka, berhak untuk mengeksploitasi hasil kekayaan yang ada di desa tersebut .
Perdagangan
Dalam sistem feodal di Jawa pada awal abad XI terjadi tukar menukar barang seperti kopi dengan garam, beras dengan candu. Lalu lintas barang melalui pengangkutan tradisional. Pusat-pusat VOC menjadi tujuan dari pengangkutan barang tersebut .
Perdagangan di pantai timur Jawa di pegang oleh para pedagang Cina terutama pergadangan beras. Telah di beritakan bahwa pedagang Cina telah mengusai perdagangan padi di Bogor, bahkan ada penduduk yang telah menggadaikan sawah mereka kepada pedagang Cina.
Struktur Feodal Masyarakat Jawa pada awal Abad XIX
Tidak terhitung hak-hak penduduk atas tanah yang jelas ialah bahwa akhirnya rakyat hanya mempunyai hal sebagai hak menggunakan saja, pemerasan hasil yang sebanyak-banyak membawa akibat yang sangat luas. Banyak rakyat yang pindah untuk menghindar dari tekanan tersebut dan ada juga yang membagi tanah dengan warga lainnya .
Struktur feodal sangat kuat di daerah kerajaan, dimana kekuatan raja atas tanahnya rakyat tidak terbatas karena usurpasi kekuasaan yang despostis yang berjalan beberapa abad.Tekanan yang sudah sangat berat bagi rakyat di tambah lembaga di tanah kerajaan yang terkenal sebagai tanah apanage .
Dalam penguasaan tanah lurah atau bekel mempunyai kedudukan strategis yang tergantung pada kekuasaan pemegang atau apanage penyewaan tanah. Bekellah yang mampu menyetor pungutan    dan juga sebagai perantara, kerena lamanya para bekel menjabat cukup ada kesempatan bagi mereka untuk mengumpulkan kekayaan sendiri. Merekalah yang paling mampu melayani atasan, maka pada umumnya kedudukan mereka sulit digantikan dan merupakan faktor yang menjamin stabilitas .
Berdasarkan adat sebenarnya setelah ada aturan-aturan menetapkan hak dan kewajiban penguasa terhadap penggarap tanah. Penduduk dan penggarap tanah ada dibawah kekuasaan bupati yang karena kedudukan mereka itu berhak untuk menempatkan jasa-jasa mereka. Para bupati sebagai sebagai penguasa daerah beranggapan bahwa mereka juga memiliki hak memiliki tanah di daerah mereka, karena itu mereka merasa berhak untuk melakukan pungutan .
Kedudukan bupati yang sangat berkuasa pada awal abad XIX sebenarnya merupakan lanjutan dari keadaan semasa VOC ,yang memusatkan kegiatan kepada perdagangan, pada suatu pihak tidak mau ikut campur dalam urusan pemerintahan. Pada situasi tersebut bupati memperoleh kekuasaan besar didaerahnya karena telah diserahkan wewenang yang besar oleh VOC kepada mereka.













MAKALAH
SEJARAH INDONESIA ZAMAN PENGARUH BARAT

OLEH
Zetria Afniaty

DOSEN PEMBIMBING
FIKRUL HANIF, S.S, M. HUM


STKIP ABDI PENDIDIKAN
PAYAKUMBUH
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar